Tahun Baru

Preett..Prettt….Prettt….

Dowuooooorrr……Dwuaaaaarrrr…..Duuueeerrr……!!!!

Sering kita dengar, bahkan setiap tahunnya, setiap pukul 00.00 tanggal1 Januari, pasti terdengar preeetttt… pretttt…………. .preeeeeeeeeeeeeeeeetttt…………… door………… doooooooor………. doooooor!!! duuuooooorrr!!!

letupan dan letusan suara petasan mulai menggema menggaungkan suara yang entah disukai oleh manusia atau malah sebaliknya. Perayan pesta tahun baru semarak mulai dari zona western world hingga zona east world, dari kawasan artika hingga antartika. Wow..warga dunia lagi sumringah sepertinya. Apa lagi kucing-kucingnya, anjing-anjingnya, dan pet-pet lainnya sepertinya juga diikutkan bergoyang oleh sang pemilik dalam menyemarakkan dimulainya tahun baru.

Beberapa orang menganggap bahwa kedatangan tahun baru harus dirayakan, makanya banyak orang yang mengatakan bahwa tahun baru sebenarnya adalah perayaan, pesta, pokoknya yang identik dengan dunia happy-happy. Sampai ada slogan yang sangat membumi dan kita dengar selalu di setiap awal tahun “HAPPY NEW YEAR“. Nah…tu kan, pada happy semua manusia di muka bumi. Perayaan tahun baru dalam bentuk apapun merupakan simbol atas harapan dan perenungan manusia, meskipun adapula diketemukannya dunia glamour, hura-hura, dsb. Sehingga tidak sedikit pula kita ketemukan beberapa penolakan, penghujatan, pengklaiman “haram“, dan sejenisnya terhadap perayaan tahun baru ini. Umumnya, yang menolak dan menghujat adalah kaum agamis yang saklak, yang sangat anti terhadap modernitas. Sedangkan berlainan dengan golongan agamis, kita juga sangat mengerti bahwa kaum muda adalah golongan yang selalu menikmati perayaan tahun baru ini.

Tahun baru adalah tahun setelah tahun sebelumnya yang ditandai dengan mulainya pukul 00.00 pada tanggal 1 januari dengan menggunakan system penanggalan Masehi. Pertama kali ada dan dirayakannya tahun baru ialah ketika Julius Caesar menjabat sebagai kaisar di Roma, tepatnya dirayakannya tahun baru pada tanggal 1 Januari SM. Caesar mulai mengganti penanggalan Romawi yang telah diciptakan sejak abad ke-7 SM. Julius Caesar tidak bekerja sendiri, dia di bantu oleh  Sosigenes (seorang ahli astronomi dari Iskandariyah) yang memberi saran kepada Caesar agar system penanggalan baru didesain dengan mengikuti revolusi matahari. Jadi satu tahunnya adalah 365 hari, disamping itu Caesar memberi tambahan satu hari disetiap empat tahunnya, sehingga jumlah hari dalam satu tahunnya adalah 366 hari, kita biasanya menyebutnya sebagai tahun Kabisat.

Bagi beberapa orang, perayaan tahun baru haruslah rutin dilakukan karena untuk mengintropeksi kesalahan kita di tahun lalu untuk kemudian berpandangan positif ke arah depan. Sehingga tidak heran juga bila kita temui ramalan-ramalan seputar hari depan di tahun selanjutnya. Orang yang berfikir positif akan membuat perayaan tahun baru mengarah pada hal-hal yang bersifat menguntungkan, misalnya membuat tasyakuran secara bersama-sama sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rahmat yang telah diberikanNya. Demikian juga sebaliknya, orang-orang yang cenderung berfikir tidak waras akan membawa perayaan tahun baru pada hal-hal yang membawa dampak negatif, misalnya; pesta miras, pesta narkoba, pesta seks, dll. Jadi siapapun sebenarnya berhak merayakan Tahun Baru, asal tahu batasan-batasan perilaku yang normal yang tidak melanggar Undang-Undang dan norma-norma yang telah berlaku dalam masyarakat.

Berkenaan dengan perayaan setiap moment tahun baru. Tahun baru sebenarnya bukan hanya pada wilayah kelender Masehi. Banyak juga budaya, agama dan kepercayaan memiliki system penanggalan masing-masing.  Misalnya;

–         Dalam kalender Bahai, tahun baru jatuh pada tanggal 21 Maret yang disebut “Naw Ruz”.

–         “Rosh hasanah” adalah perayaan tahun baru bagi umat Yahudi. Hari tersebut jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian.

–         Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam.

–         Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari).

–         Tahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.

–         Tahun baru Vietnam disebut Tết Nguyên Đán, dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek.

By. Bona AF’06


About this entry